ADA hari jumat (11/11/2011) di Hotel Sofyan Jakarta, telah dilaksanakan acara deklarasi Pusat Inovasi & Kemandirian Indonesia Raya (PIKIR) yang dihadiri oleh puluhan orang delegasi perwakilan dari 4 propinsi di Indonesia antara lain dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lebih lanjut, Wakil Ketua PIKIR Adie Marzuki menjelaskan bahwa “Pusat Inovasi & Kemandirian Indonesia Raya (PIKIR) didirikan berdasarkan pemikiran bahwa dibutuhkan revolusi mendasar dalam edukasi dan entrepreneurship di Indonesia untuk dapat membangun ekonomi masyarakat yang ideal. Perekonomian dunia saat ini berada dalam fase baru yang berbahaya akibat melemahnya aktivitas ekonomi global yang semakin merata serta anjloknya kepercayaan masyarakat dunia yang semakin mendorong terjadinya penurunan, baik penurunan produktivitas maupun penurunan kualitas ide dan gagasan” terangnya.

“Kondisi global tersebut akan membawa Indonesia, yang sampai saat ini belum berhasil keluar dari ketergantungan yang tinggi akan dukungan negara-negara lain, akan semakin terpuruk. Ketergantungan yang tinggi tersebut secara tidak langsung juga menghambat pertumbuhan sektor mikro disini. Sampai dengan saat ini, kontribusi sektor mikro Indonesia hanya sekitar 30% untuk Produk Domestik Bruto, walaupun potensinya sangat besar. Hal tersebut sangat tidak sinkron dengan fakta bahwa sektor mikro dan menengah disini adalah 99,9% dari seluruh unit usaha yang ada, dan menyerap 99% tenaga kerja. Salah satu faktor penyebab mandeknya sector mikro tersebut adalah perilaku individu pelaku ekonomi mikro yang belum mampu tumbuh menjadi agregat yang ideal untuk menggerakkan ekonomi makro secara optimal. Hal ini menyebabkan timbul profil-profil industry yang suram, walaupun sangat berpotensi dan berpeluang. Dalam konteks tersebut, sekelompok professional dari berbagai latar belakang ilmu yang memiliki kesamaan visi dalam membangun ekonomi kerakyatan bergabung mendirikan sebuah lembaga yang disebut PIKIR.” Terang Adie.

Dalam acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 Wib tersebut, berbagai masukan dan konsep kerja yang akan dikerjakan pun dibahas dengan matang dengan hangat. Acara tersebut diawali dengan pembacaan puisi karya Mahmoud Darwish oleh Riki Damparan.

Perlu diketahui, bahwa PIKIR dalam kapasitasnya sebagai lembaga kemasyarakatan yang independen, mencanangkan program-program yang substansinya adalah membangun perekonomian yang Kolektif, Mandiri dan Humanis(KolManis) . Pembangunan ini difokuskan pada komunitas-komunitas dari berbagai bidang dan berbagai daerah, yang meliputi program pengayaan wawasan bisnis, peningkatan kualitas pemahaman entrepreneurship, inventarisasi serta model pemanfaatan peluang-peluang usaha, metode-metode pembiayaan kolektif, acuan kemandirian dalam bersikap, serta ekonomi dengan sustainibilitas tinggi dan oleh karenanya humanis.Instrumen yang dipersiapkan untuk keperluan tersebut mencakup lokakarya, diskursus, pendampingan, pembiayaan sampai perluasan pasar. Menurut Adie “ PIKIR yang terdiri dari berbagai macam individu professional dari berbagai bidang juga membangun sentra-sentra bisnis berbasis komunitas yang dipersiapkan untuk menjadi pilar ekonomi bangsa yang swadeshi. Bentuk badan hukum yang akan dibuat adalah Koperasi Primer yang direncanakan akan membawahi beberapa perusahaan perseroan terbatas sebagai Unit Usaha Koperasi PIKIR nantinya”.

Dengan Berdirinya PIKIR, lebih lanjut dijelaskan oleh Tedy Tricahyono Ketua Umum PIKIR “ kita berusaha untuk membuat peningkatan akses perluasan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan melalui penerapan konsep perkoperasian’ ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, “PIKIR dengan Koperasinya sampai saat ini telah bekerjasama dengan Surya Institute dan PARADE Nusantara dalam mengerjakan program Gerakan Anak Pandai Berhitung (GAPATUNG) bagi 20 juta anak-anak Indonesia yang pada tahap ke 1 akan dikerjakan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten yang efektif dilaksanakan mulai akhir tahun 2011 dan berkesinambungan hingga tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan di seluruh Provinsi se-Indonesia.”

PIKIR yang mempunyai kantor pusat di Grand Wijaya Center, Kecamatan Pulo Jakarta Selatan ini mempunyai target agenda akan membentuk cabang-cabang PIKIR di beberapa daerah lainnya di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Semoga saja, proses menuju Indonesia yang lebih baik lagi dapat tercapai manakala kepedulian anak bangsa yang humanis teraplikasikan di berbagai sector dalam mengantarkan masyarakat mendapatkan kelayakan hidupnya sebagai rakyat yang berdaulat. Seperti yang diucapkan oleh salah seorang founding father negeri ini Sutan Syahrir “ Indonesia merdeka bukanlah merupakan tujuan akhir, tapi adalah awalan menuju proses menciptakan manusia-manusia yang berjiwa merdeka dan terbebas dari segala bentuk penghisapan dan penindasan dalam bangsa yang merdeka.”.